Tampilkan postingan dengan label ide kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ide kreatif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Umpan Ampuh Untuk Mengail Ide

Bagi penulis, "ide" adalah makhluk yang menggemaskan. Kedatangannya tak dapat dijadwal tepat waktu, mirip sekali dengan pelayanan kereta api di Indonesia. Ketika kita sangat membutuhkan, dia malah jual mahal, bersembunyi entah di mana. Ketika kita sedang tidak siap menulis, dia malah menari-nari menggoda otak kita.

Namun, tidak usah khawatir. Anda sebenarnya dapat memasang umpan yang jitu untuk mengail ide pada saat membutuhkannya. Anda memiliki tiga jenis umpan, yaitu umpan ingatan, umpan pengamatan, dan umpan riset.

  1. Ingatan

Theodore Roosevelt berkata, "Do what you can, with what you have, where you are." Kita dapat memulai mendapatkan bahan cerita dari apa yang sudah kita miliki saat ini, yaitu ingatan atau memori.

    1. Kode Kata Salah satu kunci untuk membuka peti ingatan kita adalah dengan kode kata. Cara yang dipakai adalah memilih kata kunci dari tema cerita atau premis yang sudah ditentukan. Kata ini dipakai sebagai pijakan awal yang akan menuntun kita untuk menemukan satu tema cerita yang spesifik. Setiap kata akan memicu Anda untuk memikirkan beberapa pengalaman. Ketika Anda mengingat kembali satu pengalaman, hal itu akan mendorong Anda untuk menghubungkannya dengan pengalaman lain yang mungkin terlupakan.

    2. Curah Gagasan (Brainstorming) Metode ini merupakan pengembangan dari metode kode kata. Berawal dari sebuah kata, kita menuliskan semua ide yang berkaitan dengan kata tersebut. Anda tidak perlu memusingkan urut-urutannya, alur logika, atau ejaan tulisan. Ketika semua ide sudah dituangkan, selanjutnya bacalah daftar ide Anda. Apakah Anda dapat menarik sebuah benang merah di antara daftar itu? Apakah ada ide yang perlu dibuang? Apakah ada kaitan di antara ide tersebut?

    3. Menulis Bebas Metode ini hampir mirip dengan melamun. Caranya diawali dengan suatu kata tertentu, Anda menulis secara bebas. Tidak harus berkaitan dengan kata kunci tertentu (inilah perbedaan dengan curah gagasan). Tujuan utamanya adalah menulis kalimat sebanyak-banyaknya dalam waktu tertentu (5-10 menit) tanpa berhenti. Anda tidak perlu merisaukan arah tulisan tersebut dan ketepatan ejaan. Tulis saja dengan bebas.

Jika dirasa sudah cukup, maka baca kembali hasil tulisan bebas tersebut. Temukanlah ide-ide menarik yang dapat dikembangkan. Dari tulisan di atas, kita dapat mengembangkan cerita sesuai dengan ide-ide menarik tersebut.

    1. Pemetaan Pikiran Pemetaan pikiran (mind mapping) adalah sistem perekaman pikiran supaya kita biasa menggunakan otak kiri maupun otak kanan dengan baik. Seluruh bagian otak digunakan untuk berpikir. Untuk melakukan ini, kita dapat menggunakan kata-kata kunci, lambang, dan warna. "Mind mapping" memungkinkan kita membangkitkan dan mengatur pikiran-pikiran pada waktu yang sama.

  1. Pengamatan

Meskipun ingatan dapat menjadi sumber cerita yang kaya, tetapi tidak semua hal masuk ke dalam ingatan Anda. Contohnya, kalau Anda dibesarkan di gunung, Anda mungkin tidak punya kenangan atas kehidupan di laut. Kalau Anda lahir dan besar di kota, Anda mungkin tidak memiliki kenangan atau pengalaman sebagai penggembala. Untuk itu, Anda dapat memakai teknik pengamatan atau observasi.

Di dalam kemiliteran, sebelum menyerbu sebuah kota, sang perwira biasanya mengirimkan unit mata-mata untuk menyusup ke sasaran serbu. Tugas mereka adalah mengamati situasi di dalam kota dan mengumpulkan informasi intelijen sebanyak-banyaknya. Misalnya, mencatat keadaan jalan, pembangkit listrik, instalasi militer, sarana komunikasi, jumlah penduduk, dll.. Mirip dengan agen spionase, dalam metode ini Anda mendatangi sebuah tempat dan mencatat apa saja yang menonjol dan berkesan bagi Anda.

  1. Riset

Ada pepatah mengatakan, "Learn from other people's mistakes, life isn't long enough to make them all yourself." Meski kelihatannya bercanda, tapi ada kebenaran indah di dalam kebenaran ini. Kita harus belajar dari orang lain. Tidak hanya dari kesalahan mereka saja, tetapi juga dari keberhasilan mereka. Dengan belajar dari orang lain, kita bisa menghemat waktu, biaya, dan sumber daya lainnya.

Sebagai contoh, Anda mungkin belum pernah melihat padang rumput di Israel karena untuk pergi ke sana membutuhkan ongkos besar. Hal ini dapat disiasati dengan riset, yaitu meminta informasi dari orang lain.


Resource : www.sabdaspace.org/umpan_ampuh_untuk_mengail_ide

Senin, 21 Maret 2011

Kriteria Tulisan Bagus

Apa itu Tulisan Bagus?

"Tulisan yang bagus itu isinya menggugah dan dapat memberi inspirasi positif kepada pembacanya."

Sebuah tulisan, baik dalam bentuk panjang maupun pendek, disebut bagus apabila memenuhi sejumlah kriteria tertentu. Kriteria ini bisa sangat beragam karena dipengaruhi subjektivitas dan berbagai kepentingan serta tergantung pada zaman.

Kriteria Tulisan Bagus

Tiap-tiap orang memiliki seleranya sendiri-sendiri dalam menilai sebuah tulisan. Tetapi hendaknya kita berkiblat kepada pendapat orang yang dinilai berkompeten menelaah karya tulis sesuai dengan pendidikan dan reputasinya. Tulisan yang bagus juga seharusnya bebas dari "pesan sponsor" yang lazimnya adalah penguasa. Dan akhirnya nilai suatu tulisan pun ditentukan oleh budaya dan pola pikir masyarakat pada zamannya.

Normalnya, tulisan bagus memenuhi kriteria-kriteria standar sebagai berikut.

  1. Mengungkapkan Hal-Hal Baru

Sebuah tulisan sudah tergolong bagus apabila ia mengungkapkan hal-hal baru. Contoh paling gampang dapat ditemukan dalam jurnal-jurnal ilmiah. Publikasi hipotesis yang menyatakan bahwa virus HIV penyebab penyakit AIDS oleh Dr. Robert Gallo langsung dianggap tulisan bagus karena jelas mengungkapkan hal baru.

  1. Benar dan Lengkap

Mana mungkin berita atau cerita bohong bisa jadi tulisan bagus? Menghebohkan ya, bagus "enggaklah". Mengesampingkan fiksi atau kisah fantasi, jelas tulisan (faktual) bagus harus juga mengandung kebenaran dan lengkap. Tengoklah, berita atau artikel feature di surat kabar bereputasi baik selalu menjunjung nilai-nilai kejujuran dan berperspektif komprehensif; berbeda dengan tulisan di "koran kuning" yang hanya mementingkan sensasi.

  1. Merupakan Pendapat/Ide Orisinal

Tulisan yang bagus biasanya sekaligus merupakan pendapat orisinal penulisnya. Kolom atau opini yang dimuat dalam media massa dianggap bagus apabila mencerminkan pendapat/solusi/saran orisinal penulisnya atas suatu kejadian atau masalah. Tulisan yang tidak berisi ide baru tak dapat dikatakan bagus, walaupun penyajiannya memikat.

  1. Isinya Menggugah

Isi tulisan yang bagus bisa menggugah pembacanya berbuat positif, memerbaiki akhlak dan moral masyarakat, atau paling tidak, memberi inspirasi mencerahkan.

  1. Temanya Istimewa

Tema yang tidak biasa dapat menyulap sebuah tulisan menjadi bernilai tinggi dan bagus. Ketika orang ramai menulis tentang pentingnya memberhentikan pengeluaran izin baru bagi penebangan hutan, anda dapat menulis soal kelangkaan bahan baku kayu yang mungkin dialami pabrik kayu lapis dan industri mebel kayu sebagai konsekuensinya. Hasil karya ini bisa dianggap tulisan bagus karena temanya berbeda dengan pandangan umum.

  1. Mengandung Kejutan

Novel-novel detektif, suspense, atau thriller, mengandalkan ketegangan dan kejutan untuk menjadi karya terpoluler dan terbaik.

  1. Menyangkut Peristiwa Besar

Analisis-analisis yang ditulis menyangkut suatu peristiwa besar berpotensi menjadi tulisan bagus. Pandangan baru atas, misalnya, Revolusi Perancis (1789) atau pendaratan Apollo II di bulan (1963) selalu menarik dan berpeluang menjadi karya bagus, biarpun mundur menentang waktu.

  1. Mengenai Orang Ternama

Hillary Clinton menulis sepenggalan autobiografinya, "It Tooks a Village" dan laris, sebab ia pernah menjadi Ibu Negara Amerika Serikat. Semua orang ingin tahu tentang pengalamannya selama mendampingi Presiden Bill Clinton (1992 -- 2000). Kalau Suminah juga menulis riwayat hidupnya, hasilnya sulit menjadi tulisan yang bagus, sebab orang tak mengenal siapa Suminah.

  1. Bahasanya Bagus

Karya Linus Suryadi Ag, "Pengakuan Pariyem", diakui bagus teristimewa karena ditulis dalam format prosa lirik dengan kata-kata yang indah dan mendalam. Biasanya karya yang dikategorikan bernilai sastra, apalagi puisi, selain temanya menyentuh, bahasanya juga luar biasa.

  1. Penulisnya Top

Kalau enak atau tidaknya makanan bergantung kepada keahlian juru masak yang mengolahnya, bagus tidaknya karya tulis pun sering kali ditentukan oleh siapa penulisnya. Sekali seorang penulis menghasilkan karya bagus, maka karyanya selanjutnya cenderung dianggap bagus pula.

  1. Terpublikasi Melalui Media Tepat

Tulisan bagus juga perlu dipublikasikan melalui media yang tepat dan dengan cara yang baik. Cerita pendek yang dimuat dalam Majalah Sastra Horizon, umpamanya, selalu ditafsirkan sebagai cerpen bagus. Dalam kata-kata lain, tulisan yang bagus sekali pun tidak akan tampak bagus apabila dipublikasikan melalui media yang "salah".

Semakin banyak suatu tulisan memenuhi kriteria-kriteria di atas, semakin bagus pula nilai tulisan itu. Jadi, untuk menghasilkan tulisan yang dapat dinilai bagus, Anda perlu berusaha merancang dan mengerjakannya mengikuti koridor batas-batas kriteria di atas.

Tulisan Anda memang tak dapat disaring lolos melalui semua kriteria tersebut, sebab nilai sebuah karya tulis pun memang perlu ditentukan terlebih dahulu kategorinya sebelum diuji mutunya menurut kriteria yang sesuai. Jika Anda menulis roman, contohnya, tentu tak perlu menyajikan data dan mungkin tidak selalu harus ada hubungannya dengan orang-orang tersohor.

Bagus tidaknya karya tulis dapat ditentukan pula oleh golongan pembacanya sendiri-sendiri. Maksudnya, suatu tulisan bisa dinilai bagus oleh kalangan pembaca tertentu, tetapi, sebaliknya, dianggap tidak bagus oleh kelompok pembaca lain. Karya Pramoedia Ananta Toer menjadi contoh yang tepat. Meskipun berbaur dengan alasan politik dan ideologi, karya P.A. Toer pada satu sisi dicemooh oleh golongan tertentu, tetapi pada sisi lain dipuji oleh golongan yang berbeda.

Resource : pelitaku.sabda.org